Saturday, July 14, 2018

Hati Yang Lemah

Dua tahun sudah detak jantung itu berhenti
Tidak ada lagi rasa
Tidak ada lagi cinta

Tapi,
Hati ini jadi lemah

Lemah akan rasa
Lemah akan cinta

Sudah dua tahun
Jantung ini menjadi keras
Bagai batu tak kenal hantaman

Hingga pada titik
Dimana
Kau ketuk secara perlahan
Kau goyahkan segala pendirian
Dan aku,
Masuk pada titik lemah ku

Dalam hitungan detik
Aku jatuh pada lubang yang sama

Wednesday, December 27, 2017

Waktu

Detik terus melaju
Berputar tak ada habisnya
Memakan seluruh risauku

Akan pergi lambat laun
Mengganti setiap langkah
Meninggalkan bayangan

Lamanya waktu, memberiku pilihan
Nikmati dengan layak
Atau bersiap untuk berpisah?

Sunday, October 29, 2017

Bagaimana Ini?

Bodoh
Bingung
Kikuk
Gondok

Tak ada arah
Tak ada tempat
Dimana aku harus sembunyi?

Salah,
Bukan begitu bukan?
Kau menunggu
Hingga aku tahu

Kacau pikiranku
Bukan begitu maksudku
Jangan salah artikan
Jangan buat malu dirimu sendiri

Thursday, August 17, 2017

DIA

Tak lama setelah berpisah
Dia kembali merekah
Bagai bunga saja
Dengan yang lain yang tak tahu siapa

Bukan hanya aku,
diapun tak tahu itu siapa
Bagaimana dia jatuh cinta?

Bukan,
Tentu saja bukan cinta
Hanya hasrat,
Biarlah..

Aku tidak mahir dalam mengejar
Tapi aku tahu cara menunggu

Aku tidak mahir dalam berkata
Tapi aku tahu cara berdoa

Aku tidak mahir memberi saran
Tapi aku tahu cara mendengarkan

Entah dimana ujung perjalanan ini
Aku tidak dapat menjanjikan apapun
Selama aku mampu
Mimpi yang pernah ada akan tetap di depan mata

-Anggi Rianadita-

Sunday, July 16, 2017

Separuh Jiwaku Pergi

Dimasa itu
Kita selalu bergandengan
Bagai sepasang sepatu
Bersama, berdua

Teringat
Segala hal akan dirimu
Segala senyuman yang pernah kau berikan
Tawamu tawaku tawa kita

Kau hadir
Tertanam dalam benak dan pikir
Kau temani aku
Dalam masa suka duka ku

Kau yang berbeda
Kau tak seperti aku atau yang lainnya
Hatimu seputih merpati sebening kristal
Kau yang tak bisa ku lupakan

Tak terkira
Separuh jiwa ini pergi
Cepat pulang
Cepat kembali
Aku rindu
Biar saja walau hanya sekejap

-Anggi Rianadita-

Friday, June 9, 2017

Ketenangan Dalam Hati

Jiwaku terbentuk oleh sikapmu
Terkadang juga, sikap membentuk jiwa
Luruh rendah dalam asa nan jauh
Terbesit sebuah hasrat tentang kenangan dan memori

Hidup menjalar indah seperti angin nan jenuh
Mengalir pula sungai-sungai yang tenang
Kicau burung bertalu-talu, menyenangkan, menenangkan

Ku pejamkan mata, menikmati sunyi
Tenggelam di dalam khayal tak berujung
Keheningan menyelimuti, kenikmatan menghampiri
Dengan segala bayang yang mengikuti

Ada kalanya hati gelap tak bergema
Menanti sebuah harap yang tak datang jua
Namun, tenangnya hati tak mungkin berdusta
Ia kan terus berjalan layaknya awan,
Dalam langit luas tak berbatas

-Anggi Rianadita-

Saturday, May 13, 2017

MIMPI

Pernah ku kira
Kau lah yang Tuhan kirimkan untukku
Sang penjaga hati
Di kala gundah menyergap

Pernah ku kira
Kau lah sang penjaga hati
Malaikat pelipur lara
Di kala hati terisak

Waktu berputar
Dan ternyata, apa yang ku kira
Hanyalah sebuah mimpi
Mimpi yang tak berbatas
Liar kesana kemari mengira-ngira

Waktu berdentang begitu kencang
Membangunkan ku dari mimpi
Seakan waktulah si pendosa
Menghapus semua cerita
Menyisakan pahit menyeruak

Aku tersadar,
Sunyi menggerogoti jiwa yang hambar
Terdiam dalam detak jantungku
Yang membara sirna tanpa asap

Mimpi begitu menyesakkan
Akan kehadiranmu disana..

Dan aku bermimpi untuk tidak bermimpi lagi

-Anggi Rianadita-